Taza adalah
seorang gadis SMA, dan ia memakai jilbab. Suatu hari, ia
sedang menyiram rumput di halaman depan rumahnya. Tiba-tiba seorang
pria bule menghampiri Taza, pria bule itu ternyata sedang mencari ayah Taza.
Nama pria bule itu yaitu Bryan. Ia salah satu mahasiswa pindahan
dari Australia yang menjadi murid ayahnya Taza yang seorang dosen
filsafat di sebuah Universitas Negeri terkenal di Bandung. Taza tidak mengerti
sama sekali, ketika Bryan memperkenalkan dirinya dengan
menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang
tidak disukai Tazza, jadi ia tak mengerti apa yang Bryan katakan. Tapi
intinya, Bryan sedang mencari ayah Tazza.
Sejak pertemuan mereka,
Taza mulai menyukai Bryan dan berusaha untuk menguasai bahasa Inggris
agar bisa berbicara dengan Bryan. Lalu Taza mengikuti kursus bahasa
Inggris, dimana yang menjadi gurunya ternyata adalah Bryan,
mahasiswa ayahnya yang ia sukai. Taza ditawari untuk les privat di
apartemennya, dia memberi bayaran gratis untuk Taza, seebagai gantinya, Taza
bersedia menjadi pengasuh Daniel (adiknya Bryan) setiap hari Sabtu.
Walau berat untuk Taza menyetujuiny karena ia tidak suka dengan anak
kecil, tetapi setelah beberapa hari menjadi pengasuh Daniel ia menjadi suka
dengan anak kecil.
Taza menceritakan
kejadian-kejadian itu kepada sahabatnya, Sisy, Ratna dan Memey. Kak Aldi sangat
menyukai Taza, ia pernah menyatakan perasaannya kepada Taza berkali-kali,
dan berkali-kali itu pula Taza menolaknya. Kak Aldi adalah kakak kelasnya
Taza. Maya adalah teman sekelas Taza yang selalu mengejar cintanya kak Aldi.
Maya selalu cemburu kepada Taza, jika kak Aldi dekat dengan Taza.
Suatu ketika, Taza
diantar pulang oleh Bryan, Daniel pun ikut mengantar Taza pulang. Sesampainya
di depan kompleks perumahan, Bryan memuji-muji Taza, Ia bilang kalau
Taza itu cantik. Kemudian Bryan menyatakan cintanya kepada
Taza, Bryan ingin Taza menjadi pacarnya, Taza pun menolaknya.
Lalu, Bryan terbawa hawa nafsu, ia bermaksud mencium Taza. Taza
tersadar, dan menganggap kalau Bryan bermaksud kurang ajar kepadanya.
Kejadian itu ia
ceritakan pada sahabatnya, Sisy dan Memey. Sisy menganggap bahwa
Bryan khilaf. Ia menasihati Taza bahwa setiap manusia bisa melakukan
kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Taza menyesal atas
perbuatannya, sebelum terlambat Taza ingin meminta maaf
kepada Bryan atas perbuatannya selama ini. Sesampainya di
apartemen Bryan, Bryannya tidak ada. Menurut penjaga di apartemen itu, Bryan sudah
pindah ke Australia. Taza pun sangat menyesal.
Setelah
kepergian Bryan, Taza menjalani hidupnya sebagai mahasiswi di Universitas
Andalas Padang. Dia tinggal bersama Uni Fatimah, Uda Faiz dan keponakannya,
Nabila. Disana pun, ia bertemu kembali dengan Bryan. Mereka bertemu disaat
Taza bersama Uni dan keluarganya pergi ke rumah Pamannya Uda Faiz. Pada
kesempatan itu, Taza pun meminta maaf atas perbuatannya waktu itu. Bryan
mengatakan bahwa perasaannya masih sama seperti dulu,
kemudian Bryan menyatakan perasaannya kembali dan ia ingin Taza
menjadi pacarnya. Taza pun menjawabnya seperti dulu, ia menolaknya. Taza tidak
ingin menjadi pacarnya, tetapi ia ingin menjadi istrinya Bryan.
Bryan bahagia mendengar perkataanya.
Keesokan harinya, Taza
memberitahukan kabar ini kepada keluarganya yang berada diBandung. Dan Taza
mengikuti jejak Uninya, yang menikah disaat kuliah. Mereka pun kemudian menikah
di Bukit Tinggi yang indah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar